Site Overlay

Surat Suara Nyasar ke Hong Kong, Bawaslu Akan Bahas dengan DPR

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Mochammad Afifudin mengatakan, kesebelasan Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (PPLN) Hong Kong mengadukan surat suara Pemilu 2019 Tawau Malaysia dan Filipina pengirimannya nyasar ke Hong Kong.

Bawaslu memandang, kelalaian penyaluran surat suara oleh KPU sebagai urusan serius. “Senin (18 Maret 2019) kita kupas di RDP dengan komisi II DPR,” kata Afif, usai diskusi Media Melawan Hoaks, Bali, Sabtu, 16 Maret 2019.

Afif menambahkan, temuan itu berjumlah 15 box dengan rincian kesalahan pengiriman surat suara, di mana PPLN Hong Kong menerima surat suara untuk area lain, yakni Tawau dan Manila.

Rincianya yaitu, guna Tawau terdiri dari surat suara DPR Batch 4 11/55 selama 200 surat suara, surat suara DPR Batch 4 12/55 selama 600 surat suara.

Kemudian Manila, yakni surat suara DPR Batch 4 10/55 selama 600 surat suara, surat suara DPR Batch 4 47/55 selama 200 surat suara, surat suara DPR Batch 4 32/55 selama 200 surat suara, surat suara DPR Batch 4 34/55 selama 600 surat suara.

Sedangkan surat suara cacat yang diterima, yakni PPLN Hong Kong belum menerima 1 Batch terakhir (152 Kg) yakni Batch #1, yang bisa jadi berisi perlengkapan form, surat suara dan segel.

Afif meyakinkan, pihaknya telah mengadukan temuan timnya di luar negeri ke KPU. Namun, ia belum memahami tindak lanjut yang dilaksanakan oleh KPU berhubungan surat suara nyasar tersebut.

“Sudah kami jadikan temuan guna ditindaklanjuti, ekspedisi ya kan berboks-boks tuh. Surat suara ini kini belum tahu masih di Hong Kong atau telah dikirim lagi. Tetapi kan tersebut salah, alamat-alamat palsu saja telah menjadi temuan,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Ya, kami tidak inginkan berspekulasi. KPU yang dapat menjelaskan, keputusan seluruh ada di KPU.”